Kita semua pasti pernah merasakan
yang namanya cinta pertama, ya cinta yang datangnya tidak disangka - sangka,
tanpa kamu mau pun dia akan datang menyapa. Aneh ya memang aneh, sebesar apapun
alasan kamu menolak setinggi apapun standar kamu ingin jatuh cinta tetap akan
kalah ketika kamu jatuh cinta tanpa
alasan kepada nya, aku juga merasakan nya kawan, ketika aku yang masih pemalu
masih sangat ambigu dalam hal percintaan masih belum ingin kenal dan bahkan
menjauhi dunia percintaan waktu masih SMA dulu tetap saja aku terkena oleh
Anugerah Cinta Pertama. Kenapa aku bilang itu adalah anugerah, sebagian orang
menyebut cinta pertama merupakan satu dari 2 cinta yang paling sulit dilupakan
dan didapatkan selain cinta terakhir, mereka bahkan menyebut cinta pertama
adalah beban bagi mereka karna ini rasa kepedulian pertama mereka yang langsung
dari hati kepada seorang lawan jenis yang orang itu bahkan pertama kali mereka
temui dan bukan siapa - siapa mereka.
Namun aku bilang Cinta Pertama itu
adalah Anugerah, ya dia anugerah karna darinya aku banyak belajar hal - hal yang mengajarkan arti keikhlasan dan
perjuangan, bagaimana bisa ? ya bisa saja karna sebagian orang, seperti kisah
cinta pertamaku, nanti akan ku ceritakan. karna
demi cinta pertama tersebut bahkan rela melakukan hal - hal yang baru
pertama kali mereka lakukan walaupun itu memalukan dan bahkan tidak masuk akal
namun juga tidak sedikit yang berani
melakukannya dan hanya menyimpannya didalam hati tanpa pernah mengungkapkan
perasaan tersebut, terkubur dalam - dalam berharap suatu saat nanti akan hilang
seiring bertemu dengan cinta terakhir yang Abadi.
Disini kenapa aku bercerita tentang
cinta pertama, karna aku ingin berbagi cerita tentang cinta pertamaku dulu
bagaimana aku berjuang dari hal -hal yang kekanak -kanakan sampai hal yang
memalukan yang dilakukan temanku terhadapku agar bisa menarik perhatian dari
wanita itu, ya wanita yang menjadi cinta pertamaku, seperti berteriak keras -
keras dari ujung lorong, saat itu aku tengah berjalan di halaman sekat antara
kelas ku dan kelasnya dan tidak sengaja aku berpapasan dengannya aku hanya
terdiam dan yang memalukan temanku yang kebetulan dekat di situ lalu berteriak
keras - keras dengan menyebutkan bahwa aku suka dengannya, aku tidak berani menatap
hanya berjalan pelan - pelan menjauh dengan muka merah si Dia hanya keheranan
kenapa namanya sampai di sebutkan dengan lelaki lain tanpa tau siapa lelaki itu
dan dari kejadian itu aku sampai- sampai tidak berani keluar seharian dari
kelas karna malu.
Okke kembali ke sini di awal cerita,
Ada berbagai cara bagaimana orang bisa jatuh cinta, apalagi cinta pertama karna
susah sekali ditebak, seperti aku. Aku mendapatkan cinta pertama hanya dalam
kurun waktu 1 menit setelah aku melihatnya, wow cepat sekali dan kenapa aku
yakin ??? itulah hebatnya cinta karna cinta seperti itu tanpa memerlukan alasan
kita seperti terbawa oleh semua apa yang kita lihat walau hanya dengan waktu
yang singkat, entah oleh senyumannya, matanya, tingkahnya, rambutnya, wanginya,
cara dia berbicara, cara dia bercanda, bagaimana dia berjalan, apa yang
dilakukannya saat itu, dan saat - saat dimana aku dan dia saling berpandangan.
Yah itu alasannya, aku masih ingat
hari itu 18 Agustus 2009, antara pukul 9 sampai 10 pagi dilapangan tepatnya
halaman depan kantor guru, di tengah - tengah antara samping ruangan agama
Khatolik dan samping ruangan perpustakaan. Dan saat itu tengah ada lomba
sepakbola karung antar kelas dalam memperingati 17.n di SMA ku, saat itu aku
berdiri di sisi lapangan pertandingan berjalan kurang lebih 15 Menit dan aku
bertemu dengannya untuk pertamakali, ya dengan dia yang mempunyai senyuman
indah, dengan dia yang mempunyai mata dan tatapan yang menyejukkan, dengan dia
yang bertingkah lucu, dengan dia yang mempunyai senyuman dan tawa yang manis,
dengan dia yang mempunyai rambut panjang terurai dan aku menatapnya lebih dari
beberapa detik kemudian mengalihkan pandangaku kembali, aku terkesima dan lagi
- lagi aku memandangnya begitu terus sampai sesekali dia juga memandangku dan
ketika dia memandangku, ya kau juga pasti tau aku angsung mengalihkan
pandanganku ke tempat lain seolah - olah aku tidak memperhatikannya kejadian
itu berlangsung hingga pertandingan selesai, aku belum beranjak dari tempatku
sebelum dia dan satu orang sahabatnya pergi dari tempat mereka sampai dia pergi
barulah aku juga meninggalkan tempat itu, Dan sejak saat itu aku merasa aku
benar - benar ingin selalu memandangnya dan dia, aku belum tau siapa nama dan
kelas berapa dia berasal.
Ya begitulah awal pertemuan ku,
semenjak saat itu aku memberanikan diri mencari tahu tentang dia, siapa
namanya, dari kelas berapa, anak siapa, apa kendaraannya, dan yang lebih
penting apakah dia sudah memiliki kekasih atau belum. Dan akhirnya aku
mengetahuinya, kau tahu dia siapa ? Dia adalah kakak kelasku, ruangan kelas
kami berjarak sangat dekat dia di XII IPA 2 dan aku di XI IPA 1 di batasi oleh
sebuah jalur yang memotong menuju ke kantin belakang kelas kami, jadi kami beda
1 tahun pelajaran dan ya itu membuat aku semakin ciut nyalinya, mana mungkin
dia akan tertarik melihatku yang bahkan bukan siapa - siapa di SMA dulu bukan
seorang anak petinggi sekolah, bukan anak pejabat di kota, bukan seorang anak
pramuka dan bahkan hanya anggota OSIS biasa yang tidak pernah ikut kegiatan
Ekstrakulikuler semenjak sekali ikut bahkan waktu kelas X dulu.
Jarak kami semakin menjauh, tatkala
dia memang lumayanpopuler diantara temannya, wajar dia memiliki semua ke
anggunan sebagai seorang wanita tatkala itu apalagi ketika dia memakai bando
dan mengikat rambutnya sesekali, dan kau pun akan terkesima karna melihatnya.
aku bukannya tanpa usaha untuk mendekati bahkan hanya sekedar menyapanya,
berbagai cara aku lakukan, dari membuat akun Media Sosial saat itu dan langsung
mencari akunnya dan dia menjadi teman pertamaku, lucunya lagi akun fb ku
digunakan temanku yang jahil langsung untuk mengomentari fotonya dengan
komentar yang aku bilang ah sudahlah malu - maluin pokoknya untung sahabat,
tapi hebatnya dibalas oleh dia si cinta pertamaku itu, dengan komentar
"Terima kasih D" ya seperti itu, aku bingung huruf "D" di
situ untuk De sebagai Ade atau D sebagai Di nama terakhirku, ah yang jelas dia
mau membalas komentarku. Ya kau tahu rasanya seperti apa, hanya seperti itu kau
bahkan bisa jadi susah tidur semalaman, senyum - senyum sendiri, berulang -
ulang kali ke warnet mencek FB mu melihat kembali beberapa kata tadi selamam
beberapa waktu, memang cinta kadang memuat kamu seperti orang gila.. haha....
Namun itulah salah satu komentarku
di fotonya yang menjadi satu - satunya komentar yang pernah aku tulis (walaupun
secara tidak langsung yang nulis temanku) di fotonya. selebihnya aku menlike
setiap statusnya, dan pernah sekali aku mengirimkan dia pesan namunnn,,, nanti
aku ceritakan kita kembali ke awal perjuangannku hehe. Selain itu aku juga
sering sesekali memandangnya dari balik jendela kelas di ruanganku ketika dia membeli
makanan bersama temannya dikantin, atau sengaja menunggu di parkiran sekolah
saat datang dan pulang sekolah hanya sekedar ingin melihatnya kau tau kulakukan
hal itu hampir setiap hari dan kenapa aku tahu jamnya ya karna saat dia datang
dan pulang aku selalu melihat dia dan mencocokkan jam jadi aku tau kapan dia
akan datang dan kapan dia pulang hari itu. haha demi hanya ingin melihatnya aku
bahkan rela menunggu hampir satu jam sendirian di parkiran sampai dia pulang
dan kadang pula aku tidak menemukannya beberpa kali yah tidak semua hari dimana
aku menunggunya akan bakalan isa melihatnya dan bisa melihat senyumannya.
Pernah suatu ketika aku berjalana
menuju warnet didekat rumah ku saat itu aku ingin bermain medsos dan tentu saja
melihat akunnya juga hehe, dan se sampainya di warnet tersebut aku di kejutkan
di salah satu bilik ternyata dia ada di situ bersama sahabat akrabnya, kau tau
aku seperti orang bodoh terdiam sesaat tanpa bisa berucap kata - kata ketika
jarak kami hanya kurang dari satu meter aku hanya menatapnya dia pun menatapku
namun bedanya aku menatapnya karna aku yahh taulah kenapa sedangkan dia
menatapku dengan tertawa kecil bersama temannya yang aku tahu tertawa itu bukan
karna aku tapi karna sesuatu di layar komputernya dan menatapku pun hanya karna
tidak sengaja yahhhh tau kan rasanya hehe, aku langsung meninggalkan tempat itu
dan tidak jadi bermain di warnet bagiku sudah cukup, karna aku bisa melihat
senyumannya juga saat ada pameran di kota ku namanya Tong edan pada malam hari
di situ sangat ramai aku dan beberapa temanku berama jalan - jalan untuk
menikmati pada saat itu, dan tiba - tiba dia juga ada di situ kau tau dia
sangat cantik, dengan rambut terurai, memakai pakai warna biru seperti dress
dan sendal hak membuat aku terkesima, aku dan beberapa temanku mengikutinya di belakang
selama malam itu, niat untuk jalan - jalan jadi berubah, niat untuk menikmati
indahnya pameran berubah menjadi memandangi keindahan sang pujaan hati, ya
setiap kali ada beberapa pasnag mata yang seperti menggodanya ckckck seolah -
olah aku ingin memukul lelaki itu cuma apa daya aku bukan siapa - siapa dia
hanya cuma seorang pengagum yang tidak diketahui olehnya, jadilah malam itu aku
mengiringi dia sampai selesai dia pergi hehe, ya bisa jadi itu Malam Pertama
bagi kami bisa jalan bersama dia di depan dan aku di belakang sambil
mengiringinya haha...
Aku tidak tahu beberapa lama sudah
aku mengaguminya sejak pertengahan agutus lalu sampai beberapa bulan aku masih
tetap mengejarnya, mengejar dalam artinya secara gerilya, hehe secara sembunyi
- sembunyi karna jujur aku merupakan laki - laki yang notabene nya dalah pemalu
terhadap perempuan. Pernah juga beberapa kali temanku bilang "sudah jujur
saja sana, deketin langsung bilang mau kenalan, apa susahnya sih" ya
mereka bilang supaya aku berani berkenalan secara langsung, padahal sendirinya
mereka juga rata - rata ketemu perempuan gak bisa ngomong apa - apa ckckckck
--". Ya sampai aku menuliskan kisah ini aku bahkan belum pernah dan belum
berani untuk menyapanya secara langsung, hanya terpendam di dalam hati,
semuanya...
Oh ia sejak tadi aku bercerita
kebanyak proses bagaimana aku mengejarnya kan, belum aku ceritakan bagaimana
sifat dan apasaja kesukaannya kan hehe, baikan aku akan menceritakan beberapa
hal saja yang aku ketahui tentang dirinya, Dia merupakan anak dari seorang Ayah
yang merupakan seorang Polisi, Ibunya bekerja di tata usaha SMA kami, kakaknya,
dengar - dengar juga seorang polisi,dia kelahiran 2 Mei 1992 dan memiliki kulit
yang tidak terlalu putih namun bersih, memiliki tingginya sekitar 150 cm,
memiliki mata yang indah, senyum yang manis, tatapan menyejukkan, rambutnya
terurai Panjang bila melihatnya tertawa dan tersenyum aku seolah - ikut juga
tertawa dan tersenyum bila melihatnya walaupun aku tidak tahu apa yang sedang
dia pikirkan aneh bukan tapi itulah kenyataannya, sehari - hari dia sering
terlihat bersama seorang sahabat akrabnya baik itu bila di SMA, ke kantin atau
pun jalan - jalan, dia dulu lulusan SMPN 7, bila ke Sekolah dia menggunakan
SPIN warna Putih dan Helm Berwarna pink serta sering menggunakan kain SMA jenis
Tisu dan dia terlihat anggun dimataku. Sifatnya, menurutku dia memiliki sifat
yang baik, walau terkadang telihat cuek, acuh tak acuk, tapi itulah jadi alasan
kenapa aku juga bisa menyukainya, tapi yang jelas berdasarkan penuturan
kawannya yang ku dengar dengan secara sembunyi - sembunyi alias nguping hehe
dia orang yang asik di ajak bercanda dan yang pasti tidak sombong, tapi yah aku
nya saja yang tidak berani mendekatinya hedehhh....
Apa yang aku rasakan saat itu
tentang dirinya hanya aku pendam didalam hati, sampai suatu saat yang terakhir
aku menyapanya aku mengirimkan sebuah pesan dari FB nya yaitu ucapan hari raya
Idul Fitri, ya itulah satu - satu ucapan ku yang berani dan kau tahu, mungkin
dia hanya melihatnya tapi tidak membalasnya, bagiku sudah cukup, karna dengan
begitu dia tetap menyempatkan membaca pesan ku walau sesaat. sampai suatu
ketika pengumuman ujian kelulusan untuk terdengar, aku bahagia dia lulus tapi
aku juga sedih karna cepat atau lambat aku bakalan tidak lagi bisa melihatnya,
saat itu dia terlihat bahagia saat pengumuman kelulusan terlihat dia ikut
berkompoi dengan teman - teman angkatannya keliling kota denga coretan tanda
tangan di setiap baju mereka ingin aku mengucapkan kata selamat tapi kata itu tidak
pernah sekalipun terucap langsung kepadanya.
Hari itu merupakan hari perpisahan
sekolah yang diadakan aku ingat dia berfoto - foto bersama teman - temannya di
akhir acara yang betapa bahagianya bisa melihat dia tertawa seceria itu, sampai
aku menitikkan air mata, aku tidak tahu saat itu aku sedih atau sedang bahagia
yang jelas kedua bercampur tanpa bisa berkata apa - apa hari itu hanya dilalui
dengan acara yang bisasa dilakukan saat perpisahan, dan saat acara Isra Miraj
Sekolah, itulah mungkin kali terakhir aku ingin melihatnya sebelum dia pergi,
dan saat aku ingin melihat dia mengenak Jilbab pertamakali, ya tidak sabar
menunggu hari itu aku berangkat pagi - pagi dan menunggu di awal satu persatu
kawan sekelas, kawan angkatan, adik kelas dan kakak - kakak kelas yang lulus
berdatanga namun tidak kulihat juga dia saat itu, mungkin dia telat dan sampai
acara selesai ternyata dia tidak kunjung datang, dan akhirnya aku sadar dia
mungkin sudah berada dikota lain saat ini, mungkin acara kemarin itu merupakan pertemuan
terakhir aku bisa melihatnya secara langsung, dan dia pergi tanpa aku bisa
melihat dia mengenakan jilbabnya dan aku takkan pernah lagi melihat si pemilik
senyum yang menyejukkan itu....
Beberapa waktu setelah itu, hari
pertama bulan puasa kembali di bulan agustus tepatnya tanggal 11 tahun 2010
saat itu pagi - pagi sekitar jam 7 aku bersama seorang teman ku, kami berdua
secara terburu - buru menaiki motor menuju ke sekolah ku yang saat itu sedang
mengadakan Kuliah Subuh di bulan Ramadhan saat dalam perjalanan di simpang
pertigaan Tugu di kota itu aku dengan jelas bisa melihat seseorang yang selama
beberapa waktu lalu aku cari aku menyuruh temanku memelankan laju kendaraannya,
dan sejenak manatapnya dia juga saat itu menatapku dengan tatapan asing ya
asing karna dia memang pasti tidak mengenali aku, namun aku sangat mengenalnya
karna dia adalah Cinta pertamaku. Aku lihat saat itu dia sedang menunggu
kendaraan umum dan benar ada sebuah bus datang saat itu dan dia masuk lalu bus
beranjak meninggalkan tempat itu, dan aku sadar bukan di acara perpisahan
sekolah namun di sini di waktu ini dan saat ini, inilah saat terakhir aku
melihatnya bahkan tanpa melihat senyumnya di akhir waktu itu. Dan sampai
sekarang akupun tidak pernah melihat bahkan sampai lulus SMA dan Kuliah aku
tidak pernah bertemu dengannya lagi ya selama itu tidak adalagi seseorang yang
menjadi alasan aku harus menunggu di parkiran setiap pagi dan pulang sekolah,
tidak adalagi senyuman manis itu, tidak adalagi candaan dan tawaan yang membuat
akupun ikut bahagia dan tidak adalagi dia yang menjadi salahsatu semangatku
mengawali hari - hari di sekolah...
Kau tau berapa tahun aku memikirkan
dia ? 1, 2 atau 4 Tahun ? Tidak sampai sekarang aku seringkali juga melihatnya
di FB ya masih di FB sudah sekitar 7 Tahun sejak aku pertama kali jatuh cinta
dengannya dan 6 tahun sejak aku kehilangan dia di pertigaan jalan itu, sampai
beberapa waktu lalu aku menemukannya di Istagram ya pertama kali kau tau aku
sangat bahagia selain Fb aku sekarang berteman dengannya di instagram, entah
dia tahu atau tidak sampai sekarang aku aku tetap memikirkannya, bahkan ketika
dulu sebelum aku sendiri seperti ini ketika aku memiliki mantan selama berpacaran
pun aku sesekali memikirkan dia, begitu sulit untuk dilupakan memang tapi aku
sadar tidak selamanya aku bakalan seperti ini, karna sesungguhnya memang aku
mengharapkan dia menjadi cinta pertama dan terakhir namun yang jelas siapapun cinta terakhir ku nanti itulah
yang menjadi cinta abadi ku, dia akan menjadi kenangan, kenangan yang
mengajarkan tentang kekuatan bagaimana memendam perasaan itu, mengajarkan
bagaimana rasanya senang, cemburu, sedih tanpa harus memiliki dan juga aku
bahagia bisa mengenalnya walaupun dia tidak mengenalku.
Ya itulah kisah cinta pertamaku
kawan, semoga bisa menjadi pelajaran bagimu jangan sampai seperti diriku yang
terjebak oleh rasa tidak percaya diri, kalau selagi sempat ungkapkan perasaan
itu walaupun di tolak setidaknya dia pernah tau kalau dia pernah jadi yang
pertama untuk mu, dan itu bisa meringankan perasaan mu tanpa harus memendamnya
selama bertahun - tahun. karna tidak semua orang tahan dengan apa yang mereka
rasakan, walaupun pahit dia juga bisa banyak mengajarkan suatu hal kepadamu,
dekati dia jangan di jauhi apalagi di pendam karna itu sangat menyakitkan,,,
Terima kasih semoga bisa sama - sama belajar kawan,,, Dan terima kasih My First
Love DMS...
23
September 2015














